Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: “Maka sesungguhnya hamba itu jika memurnikan niatnya untuk Alloh ta’ala, dan maksud dia, keinginan dia dan amalan dia itu adalah untuk wajah Alloh Yang Mahasuci, maka Alloh itu bersama dia, karena sesungguhnya Yang Mahasuci itu beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan kepala taqwa dan kebaikan adalah murninya niat untuk Alloh dalam penegakan kebenaran. Dan Alloh Yang Mahasuci itu tiada yang bisa mengalahkan-Nya. Maka barangsiapa Allo bersamanya, maka siapakah yang bisa mengalahkannya atau menimpakan kejelekan padanya? Jika Alloh bersama sang hamba, maka kepada siapakah dia takut? Jika Alloh tidak bersamanya, maka siapakah yang diharapkannya? Dan kepada siapa dia percaya? Dan siapakah yang menolongnya setelah Alloh meninggalkannya? Maka jika sang hamba menegakkan kebenaran terhadap orang lain, dan terhadap dirinya sendiri lebih dulu, dan dia menegakkannya itu adalah dengan menyandarkan pertolongan pada Alloh dan karena Alloh, maka tiada sesuatupun yang bisa menghadapinya. Seandainya langit dan bumi serta gunung-gunung itu membikin tipu daya untuknya, pastilah Alloh akan mencukupi kebutuhannya dan menjadikan untuknya jalan keluar dari masalahnya.” (“I’lamul Muwaqqi’in”/ hal. 412/cet. Darul Kitabil ‘Arobiy).

Seorang Sunniy Kemanapun Pergi Selalu Memberi Manfaat

SEORANG SUNNIY KEMANAPUN PERGI SELALU MEMBERI MANFAAT

Tanya: Hizbiyyun mengatakan :  “Imamuts Tsaqalain abad ini” Yahya Al-Hajuri saat ini berprofesi sebagai marbot (membersihkan masjid, mengimami sholat dan tukang azan) di Saudi. Apa benar perkataan ini? Tolong sampaikan ke Abu Ahmad!.
Jawab: Demikianlah keadaan para hizbiyyun, kedustaan di atas kedustaan terus mereka tebarkan, pemutar balikan fakta dan provokasi terus mereka lakukan.
Apa yang mereka katakan telah terbantah dengan kenyataan yang ada, bila seseorang mengunjungi situs aloloom.net atau situs yang diatas namakan dengan situs Syaikhuna Yahya Al-Hajuriy maka mereka akan mengetahui aktivitas Syaikhuna di Saudi, beliau sibuk membahas dan memberi fatwa serta dibacakan kitab-kitab lalu beliau ta’liq, tahqiq dan syarh, dan ini bisa didengarkan pada rekaman suaranya, Walhamdulillah. 
Kalaupun beliau mengimami atau azan di suatu masjid maka inilah hakekat pencinta kebaikan, jangankan di Saudi, ketika beliau mau ke Saudi pada bulan Romadhon lalu, sesampainya beliau di bandara Sana’a, beliau mengimami sholat isya’ dan taraweh di masjid bandara, ketika dahulu beliau keluar da’wah ke Britonia, beliau juga azan, ini semua sebagai bentuk pengamalan terhadap ilmu dan pencarian terhadap keutamaan, menjadi imam dan melakukan azan adalah amalan utama, begitu pula kalau membersihkan masjid, dia termasuk dari amalan yang utama dan tidak semua orang bisa melakukannya melainkan hanya orang yang diberi keutamaan:
(ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ)
“Demikian itu adalah keutamaan Alloh, Yang Dia berikan kepada orang yang Dia kehendaki, dan Alloh adalah pemilik keutamaan yang besar”.
Demikianlah keberadaan Ahlussunnah:
السني أينما نزل نفع
“Seorang Ahlussunnah kemana saja dia singgah maka dia memberi manfaat”.
Ketika perang Dammaj terakhir, Syaikhuna Yahya bahkan keluar pada malam hari ke lokasi di pertahanan/matras Abdul Wasi’ Dammaj bahkan ingin terus untuk keluar, namun thullab dan sebagian masyarakat Dammaj dari kalangan Ahlussunnah melarang beliau untuk keluar, beliau menyadari akan setiap keutamaan:
(سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ)
“Dan bergegaslah kalian kepada ampunan dari Robb kalian, dan Jannah (surga) yang luasnya seluas langit dan bumi disediakan untuk orang-orang yang mereka beriman kepada Alloh dan kepada Rosul-Nya, dan demikian itu adalah keutamaan dari Alloh, yang Dia berikan kepada orang yang Dia kehendaki, dan Alloh adalah pemilik keutamaan yang besar”.
Berapa banyak dari para hizbiyyun melakukan upaya perampasan terhadap markiz Ahlissunnah dan bahkan barang da’wah dipegang oleh orang lain mereka rampas, di mata mereka ini adalah remeh namun di sisi Alloh ini adalah besar. Syaikhuna Yahya Al-Hajuriy dengan tenang berda’wah di Dammaj kemudian mereka upayakan untuk dilengserkan, hingga Ubaid Al-Jabiriy dan Robi’ Al-Madkholiy mereka mampu mengelabui keduanya, pada akhirnya mereka satu suara dan satu misi dengan Rofidhoh, sungguh benar atas apa yang telah kami katakan:
كان شعار المداخلة والرافضة: أخرجوا يحيى الحجوري ومن معه من دار الحديث بدماج
“Dahulu semboyan Al-Madakhilah (Robi’ Al-Madkholiy serta pengikutnya) dan Ar-Rofidhoh adalah keluarkanlah oleh kalian Yahya Al-Hajuriy dan orang-orang yang bersamanya dari Darul Hadits Dammaj”.
Ketika misi tersebut terwujudkan, maka tidaklah membuat mereka diam, namun terus berusaha untuk bangkit membuat makar baru, baik dengan menegakan jarh dan ta’dil yang ngawur sebagaimana apa yang di-jarh-kan oleh Ubaid dan Robi’ atau melakukan pembelaan yang tak terarah: Entah pembelaan itu kepada siapa mereka arahkan?, belum lama mereka membela Abdurrohman Al-‘Adniy dan kawan-kawannya kini mereka sikat lagi sebagaimana dalam “Jeritan-jeritan” mereka.
Jejak-jejak mereka itu ternyata diteladani serta diikuti oleh para pembela dan para pejuang ma’had atau pondok putri, baik dalam pembelaan atau upaya menutup dan memboikot tersebarnya penjelasan dan keterangan yang menyindir kebobrokan dan kejelekan mereka, dengan penuh kebanggaan karena diseru dengan ustadz ustadz ustadz, mereka pun menampakan kecongkakan:
(اسْتِكْبَارًا فِي الْأَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِ ۚ وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ)
“Karena kesombongan di muka bumi dan rencana jahat (mereka), dan rencana jahat itu tidak akan menimpa melainkan kepada orang yang merencanakannya sendiri”.
Karena tidak lagi mendapatkan alasan dan hujjah, ta’wilan-ta’wilan batil dan alasan basipun mereka pakai demi membela kejelekan diantara mereka:
لعن الله من آوى محدثا
“Semoga Alloh mela’nat siapa saja yang menaungi pembuat kebid’ahan”.
(وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَمَكْرُ أُولَٰئِكَ هُوَ يَبُورُ)
“Dan orang-orang yang membuat tipu daya kejelekan-kejelekan maka bagi mereka adalah azab yang dahsyat, dan makar mereka itu akan hancur”.
Dan kita bisa melihat kepada keadaan orang yang semisal mereka itu, karena tidak memiliki bahan untuk menjarh Syaikhuna Yahya Al-Hajuriy, amalan kebaikan pun mereka anggap seakan-akan kejelekan, permasalahan amalan seperti yang mereka sebutkan itu adalah biasa di kalangan Ahlissunnah, Al-Imam Ahmad dalam rihlahnya terkadang bekerja, berbeda dengan para hizbiyyun, karena merasa sudah diustadzkan dan sudah berkembang markiz mereka maka merekapun bangga dengan hal itu, padahal mereka tidak menyadari bahwa apa yang ada pada mereka itu adalah ujian:
(وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ)
“Dan Dia (Alloh) menjadikan kalian penguasa-penguasa bumi dan Dia mengangkat sebagian kalian atas sebagian yang lain beberapa derajat supaya Dia menguji diantara kalian terhadap apa yang Dia telah berikan kepada kalian, sesungguhnya Robbmu adalah cepat siksaannya, dan sesungguhnya Dia adalah benar-benar Al-Ghofur dan Ar-Rohim”.
Dijawab oleh:
Abu Ahmad Al-Limboriy ‘Afallohu ‘anhu (3/2/1436).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar