sAbar
dari
setiap Cobaan dan makar
Penulis:
Abu Muhammad Anas bin Salim Al-Limboriy
Dikoreksi dan Diberi Catatan Kaki Oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy
http://assaabiquunalawwaluuna.blogspot.com
Maktabah Abil 'Abbas Rohimahulloh
LIMBORO
1434
KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره،
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل
فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده
ورسوله صلى الله عليه وآله وسلم.
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ﴾.
﴿يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾.
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا عَظِيمًا﴾.
أما بعد:
فإن خير الحديث كلام الله، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وعلى آله
وسلم، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.
Ini adalah suatu tulisan yang bertinta hitam, kugoreskan di atas putih,
yang berisi tentang beberapa nasehat untuk diriku dan saudara-saudariku; baik
yang tua maupun yang muda, yang kecil maupun yang besar.
Apa yang saya tuliskan ini sebagai penghibur untuk diriku dan mereka
sebagai perwujudan perkataan Alloh (تعالى) di dalam kitab-Nya yang mulia:
﴿وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ
الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)﴾
[العصر: 1 - 3]
"Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar
di atas kerugian, melainkan orang-orang yang beriman dan beramal sholih dan
orang-orang saling berwasiat terhadap kebenaran dan berwasiat untuk menetapi
kesabaran". (Al-Ashr: 1-3).
Dan Rosululloh (صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
«الدِّينُ النَّصِيحَةُ».
"Agama
adalah nasehat". Para shohabat bertanya:
"Untuk siapa?" Rosululloh (صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) menjawab:
«لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ
الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ»
"Untuk
Alloh, kitab-Nya, Rosul-Nya dan pemimpin-pemimpin kaum muslimin serta
masyarakat mereka".
PASAL 1
SESUNGGUHNYA KITA PASTI AKAN DIUJI
DAN DIBERI COBAAN
Alloh (تعالى)
memerintahkan kita untuk senantiasa bersabar, Dia (تعالى) berkata:
{يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} [آل عمران: 200]
"Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan
kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negri
kalian) dan bertaqwalah kalian kepada Alloh, supaya kalian beruntung".
(Ali Imron: 200).
Dan Alloh akan terus menerus
memberikan cobaan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan kadar keimanan mereka, siapakah
yang akan sabar dan siapakah yang tidak bisa sabar?:
{الم (1) أَحَسِبَ
النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2)
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ
صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (3)} [العنكبوت: 1 - 3]
"Alif laam miim. Apakah manusia mengira bahwa mereka
dibiarkan (begitu saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedangkan
mereka tidak diberi cobaan?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang
yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar
dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta".
(Al-'Ankabut: 1-3).
Dan cobaan yang paling besar yang Alloh berikan kepada para
hamba-Nya adalah mereka para Nabi kemudian yang semisalnya, dari Sa'd bin
Abi Waqqosh, beliau berkata:
"يَا
رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً؟".
"Wahai Rosululloh, siapakah manusia
yang paling besar bala' (cobaan)nya?". Rosululloh
(صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) menjawab:
«الْأَنْبِيَاءُ،
ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الْعَبْدُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ،
فَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ صُلْبًا، اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ
رِقَّةٌ، ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلَاءُ بِالْعَبْدِ،
حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ، وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيئَةٍ»".
"Para
Nabi, kemudian semisalnya dan yang semisalnya, ditimpakan bala' kepada seorang
hamba disesuaikan dengan keadaan agamanya, jika pada agamanya itu ada kekokohan
maka dibesarkan bala'nya, dan jika pada agamanya ada kelemahan (kerendahan)
maka ditimpakan bala' sesuai kadar agamanya, dan senantiasa seorang hamba akan
ditimpakan bala' sampai dia dibiarkan berjalan di muka bumi dan dia tidak ada
padanya dosa". Diriwayatkan
oleh Ibnu Majah (2/1334), At-Tirmidziy (4/78) dan Ad-Darimiy, lihat "Al-Jami'ush
Shohih Lil Wadi'iy" (3882) pada "Kitabuut Tibbun
Nabawiy".
Lihatlah kepada ujian orang-orang
terdahulu sebagaimana dalam hadits pada kisah Ashhabul Ukhdud yang diriwayatkan
oleh Al-Imam Muslim dari hadits Shuhaib Rodhiyallohu 'anhu, dan di dalam "Riyadhus Sholihin"
(no. 30).
Dan lebih khusus lagi ujian atau
cobaan yang didapati oleh ulul 'azmi sangatlah berat, Alloh (تعالى) berkata:
{فَاصْبِرْ
كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ} [الأحقاف: 35]
"Maka
bersabarlah kamu seperti ulul 'azmi (orang-orang yang mempunyai keteguhan hati)
dari para Rosul". (Al-Ahqof: 35).
Ulul 'azmi mereka adalah Nuh,
Ibrohim, Musa, 'Isa dan Muhammad (صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ).
1.1
Kesabaran Nabi Nuh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) Dalam Menghadapi Ujian dan Cobaan.
Nuh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) adalah rosul yang pertama di utus ke muka bumi, beliau
berda'wah selama 950 tahun (1000 kurang 50 tahun), dan beliau yang paling lama
dalam berda'wah, siang dan malam beliau berda'wah, Alloh
(تعالى)
berkata terangkan tentang keadaanya:
{قَالَ
رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا (5) فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي
إِلَّا فِرَارًا (6) وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا
أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا
وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا (7) ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا (8) ثُمَّ
إِنِّي أَعْلَنْتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا (9)} [نوح: 5-9].
"Dia
(Nuh) berkata: "Ya Robbku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan
siang, maka tidaklah dari seruanku itu melainkan menambah mereka lari (dari
kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar
Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari mereka ke dalam telinganya dan
menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan
menyombongkan diri dengan sangat, kemudian sesungguhnya aku telah menyeru
mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan, kemudian sesungguhnya aku
(menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan sembunyi-sembunyi".
(Nuh: 5-9).
Beliau dengan waktu yang sangat lama seperti itu
dalam berda'wah namun yang mengikuti da'wahnya hanyalah sedikit, bahkan istri
dan putranya tidak mengikuti da'wahnya,
beliau diuji dengan penentangan dari luar dan dari dalam keluarganya, Alloh
(تعالى)
berkata:
{وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ
أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ
ظَالِمُونَ} [العنكبوت: 14]
"Dan
sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal di antara
mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun, maka mereka ditimpa banjir besar,
dan mereka adalah orang-orang yang zholim".
(Al-'Ankabut: 14).
1.2
Kesabaran Nabi Ibrohim (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) Dalam Menghadapi Ujian dan Cobaan.
Ibrohim (صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ)
adalah Kholilulloh (kekasihnya Alloh), bapaknya para Nabi, dan beliau
adalah nabi yang paling utama setelah Muhammad (صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ), dan ujian
serta cobaan yang beliau dapati pun sangat berat, bahkan yang menentang
da'wahnya adalah bapaknya sendiri, Alloh (تعالى) berkata:
{وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا
آلِهَةً إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ} [الأنعام: 74]
"Dan
(ingatlah) ketika Ibrohim berkata kepada bapaknya Azar: "Pantaskah kamu
menjadikan berhala-berhala sebagai sesembahan-sesembahan? Sesungguhnya aku
melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata".
(Al-An'am: 74).
Dan beliau diuji dan diberi
cobaan dengan dilempar ke dalam api,
dan pengikut beliau sangat sedikit.
1.3
Kesabaran Nabi Musa (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) Dalam Menghadapi Ujian dan Cobaan.
Musa (صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) adalah
termasuk ulul 'azmi yang paling utama setelah Ibrohim (صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ), beliau
adalah Kalimurrohman (yang diajak bicara oleh Alloh,
beliau menghadapi ujian dengan berbagai macam ujian, diantara ujiannya adalah
menghadapi Fir'aun, beliau dan kaumnya Bani Isroil dianiaya dan disiksa, beliau
dikejar-kejar oleh bala tentara Fir'aun untuk beliau dibunuh,
orang-orang yang mengikuti Musa disiksa dan dianiaya, sebagaimana dia menyiksa
istrinya sendiri Asiyah Ash-Shiddiqoh Rodhiyallohu 'anha,
dikarenakan istrinya beriman kepada Alloh dan mengikuti da'wah anak angkatnya
Musa (صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ),
karena derita dan siksaan yang begitu dahsyatnya maka Asiyah Ash-Shiddiqoh
Rodhiyallohu 'anha hanya bisa berdoa kepada Robbnya, sebagaimana Robbnya
terangkan di dalam Al-Qur'an:
{وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ
فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ}
[التحريم: 11]
"Dan
Alloh membuat suatu perumpamaan bagi orang-orang yang beriman dengan istri Fir'aun,
ketika dia berkata: "Wahai Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah istana di
sisi-Mu di dalam Jannah, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya,
dan selamatkanlah aku dari kaum yang zholim".
(At-Tahrim: 11).
1.4
Kesabaran Nabi Isa (صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) Dalam
Menghadapi Ujian dan Cobaan.
Nabi Isa (صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) adalah
termasuk dari ulul 'azmi, beliau adalah Nabi yang paling utama setelah
Nabi Nuh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ),
da ada dari ulama mengatakan bahwa Isa (صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) lebih
utama dari Nuh (صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ).
Isa (صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) dikejar-kejar dan
diusahakan untuk dibunuh oleh orang-orang Yahudi, hingga Alloh mengangkatnya ke
langit.
Ibunya adalah Maryam Ash-Shiddiqoh, wanita yang paling mulia
di zamannya dan ujian serta cobaannya juga besar, dia dituduh berzina karena
Nabi Isa (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ)
lahir dengan tanpa bapak, sebagaimana Alloh terangkan di dalam surat Ali
Imron dan surat Maryam.
Demikian
cobaan dan ujian yang menimpa para ulul 'azmi, adapun mengenai Nabi kita
Muhammad (صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) pada pembahasan ini kami sengaja tidak menyebutkannya
karena Insya Alloh kami akan sebutkan dalam pembahasan tersendiri, yang Insya
Alloh kami akan sebutkan pula cobaan dan ujian yang menimpa beliau dan umatnya
secara umum.
PASAL 2
NASEHAT
UNTUK SAUDARA-SAUDARI AHLISSUNNAH
2.1 Bertaqwa, Berkata yang Benar dan
Jujur
Alloh (تعالى) berkata:
﴿يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا﴾
[الأحزاب: 70].
"Wahai
orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Alloh dan katakanlah
perkataan yang benar". (Al-Ahzab: 70).
Dan Dia (تعالى) berkata:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ﴾ [آل عمران: 102]
"Wahai
orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dengan sebenar-benar taqwa
kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan
beragama Islam". (Ali Imron: 102).
Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
«أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ»
"Aku
wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Alloh".
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidziy dari hadits Abu Najih.
2.2
Tolong
Menolong dalam Perkara Kebaikan, Bukan Dalam Perkara Dosa dan Permusuhan.
Alloh (تعالى) berkata:
﴿وَتَعَاوَنُوا عَلَى
الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ﴾
[المائدة: 2]
"Dan tolong-menolonglah kalian dalam
(mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan jangan kalian tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan permusuhan". (Al-Maidah: 2).
2.3 Bersatu,
Saling Menyayangi, dan Jangan Berpecah Belah.
Alloh (تعالى) berkata:
﴿وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ
اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ
كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ
إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا
كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ﴾
[آل عمران: 103]
"Dan berpegang teguhlah kalian semuanya
kepada tali (agama) Alloh, dan janganlah kalian berpecah belah, dan ingatlah
oleh kalian akan ni'mat Alloh kepada kalian ketika kalian dahulu (masa
Jahiliyah) bermusuh-musuhan, lalu Alloh mempersatukan hati-hati kalian, dengan
ni'mat Allah menjadilah kalian orang-orang yang bersaudara; dan kalian telah
berada di tepi jurang neraka, lalu Alloh menyelamatkan kalian dari padanya.
Demikianlah Alloh menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian, agar kalian mendapat
petunjuk". (Ali Imron: 103).
Rosululloh (صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ
لِنَفْسِهِ».
"Tidak akan sempurna keimanan salah seorang
di antara kalian sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai
dirinya sendiri". Diriwayatkan oleh Al-Bukhoriy dan Muslim dari Anas bin Malik.
Alloh (تعالى) berkata:
﴿إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ
إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُونَ﴾ [الحجرات: 10]
"Sesungguhnya
orang-orang yang beriman adalah bersaudara, maka damaikanlah (perbaikilah
hubungan) antara kedua saudara kalian itu dan bertaqwalah kalian kepada Alloh,
supaya kalian dirohmati". (Al-Hujarot:
10).
2.4 Bersegeralah
untuk Melakukan Kebaikan atau Perkara-perkara yang Bermanfaat dan Perintahkanlah
kepada Kebaikan dan Cegahlah dari Kemungkaran.
Alloh (تعالى) berkata:
﴿فَاسْتَبِقُوا
الْخَيْرَات﴾ [البقرة: 148]
"Bersegaralah kalian dalam kebaikan". (Al-Baqoroh: 148).
Dan Dia (تعالى) berkata:
﴿وَسَارِعُوا إِلَى
مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ
أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ﴾ [آل عمران: 133]
"Dan
bersegeralah kalian kepada ampunan dari Robb kalian dan kepada surga yang
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertaqwa". (Ali Imron: 133).
Dan Dia (تعالى) berkata:
﴿وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ
أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ
عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾
[آل عمران: 104]
"Dan
hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan,
menyuruh kepada yang baik dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang
yang beruntung". (Ali Imron: 104).
Dan Dia (تعالى) berkata:
﴿يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ﴾
[آل عمران: 114]
"Mereka
beriman kepada Alloh dan hari akhir, mereka menyuruh kepada yang baik, dan
mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) berbagai kebaikan;
mereka itu termasuk orang-orang yang sholih".
(Ali Imron: 114).
2.5 Senantiasa Meminta Pertolongan dan
Perlindungan kepada Alloh Terhadap Semua yang Dihadapi
Dari Abdulloh bin 'Abbas,
beliau berkata:
"كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَوْمًا، فَقَالَ: «يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ، احْفَظِ
اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ
فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ
الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ
إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ
يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ
عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ»".
"Aku
dahulu pada suatu hari di belakang Rosululloh (صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ), lalu beliau berkata: "Wahai anak, sesungguhnya aku mau
mengajarimu tentang beberapa kalimat: Jagalah Alloh maka dia akan menjagamu,
jagalah Alloh niscaya kamu akan mendapati-Nya di depanmu, jika kamu meminta
maka mintalah kepada Alloh, jika kamu meminta tolong maka minta tolonglah
kepada Alloh, ketahuilah sesungguhnya umat walaupun mereka bersatu untuk
memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu maka tidaklah mereka mampu memberimu
manfaat melainkan dengan sesuatu yang telah Alloh tuliskan untukmu, dan kalau
pun mereka bersatu untuk memberikan kemadhoratan kepadamu maka mereka tidak
akan mampu memudhoratkanmu melainkan dengan sesuatu yang telah Alloh tuliskan
untukmu, telah terangkat pena dan telah tertulis lembaran-lebaran". Diriwayatkan
oleh At-Tirmidziy dan beliau berkata: Hadits ini adalah hasan shohih.
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ
وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ} [البقرة: 153]
"Wahai
orang-orang yang beriman minta tolonglah kalian kepada Alloh dengan bersabar
dan bersholat (berdoa), sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang
bersabar". (Al-Baqoroh: 153).
Mintalah perlindungan untuk
anak-anak kalian, cucu-cucu kalian, anak-anak didik kalian atau anak-anak
saudara kalian di waktu pagi dan sore hari, sebagaimana Rosululloh (صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) meminta
perlindungan untuk kedua cucunya yaitu Hasan dan Husain:
«أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ
شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ».
"Aku
memintakan perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimatnya Alloh
yang sempurna, dari setiap syaithon dan makhluk yang memberi kejelekan dan dari
setiap pandangan mata yang menimbulkan penyakit".
Diriwayatkan oleh Al-Bukhoriy dari hadits Abdulloh bin Abbas.
Dan tahanlah anak-anak supaya
tidak keluar di waktu matahari sudah menguning pada sore hari dan tutuplah pintu-pintu
dan tempat-tempat makanan, tempat-tempat air dan yang semisalnya.
Jagalah harta-harta,
pakaian-pakaian dan bekas-bekas kalian jangan sampai diambil oleh dukun dan tukang
sihir kemudian kalian disihir dengan menggunakan itu atau menjadikan sebagai
bukhulnya.
3.6 Didiklah Anak-anak Kalian, Cucu
Kalian, Anak-anak Saudara Kalian dan Anak-anak Kaum Muslimin
Telah lewat bahwa
Nabi (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ) mengajari sepupunya (anak pamannya)
yang bernama Abdulloh bin Abbas, juga mengajari kedua cucunya (Hasan
dan Husain), dengan bimbingan seperti itu seseorang akan terselamatkan
dari azab di dunia dan di akhirat, Alloh (تعالى) berkata:
{يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا
النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ
اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ} [التحريم: 6]
Wahai orang-orang
yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang
bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat
yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang
diperintahkan-Nya, dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan". (At-Tahrim: 6).
Sebagaimana pula Luqman
Rodhiyallohu 'anhu mendidik putranya, Alloh (تعالى) berkata tentang kisahnya:
{وَلَقَدْ
آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا
يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (12) وَإِذْ
قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13) وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ
حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ
لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14) وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ
بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا
مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ
فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15) يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ
مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ
أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ (16) يَا
بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (17) وَلَا
تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ
لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (18) وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ
صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (19)} [لقمان: 12 - 19]
"Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman,
yaitu: "Bersyukurlah kepada Alloh, dan barangsiapa yang bersyukur (kepada
Alloh), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa
yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Alloh Al-Ghoniy (Maha Kaya) lagi
Al-Hamiid (Maha Terpuji)". Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada
putranya, pada waktu dia memberi pelajaran kepadanya: "Wahai putraku,
janganlah kamu mempersekutukan Alloh, sesungguhnya mempersekutukan (Alloh)
adalah benar-benar kezholiman yang besar". Dan Kami perintahkan kepada
manusia (untuk berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah
mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam
dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya
kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku
dengan sesuatu yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya maka janganlah kamu
mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah
jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka
Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Luqman berkata):
"Wahai putraku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji
sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Alloh
akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Alloh adalah Al-Lathif (Maha
Halus) lagi Al-Khobir (Maha mengetahui). Wahai putraku, tegakanlah sholat dan
suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan
yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang
demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Alloh). Dan janganlah kamu
memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di
muka bumi dengan angkuh, sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang
sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan
lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara
keledai". (Luqman:
12-19).
Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
«إِذَا
مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ
مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ
يَدْعُو لَهُ».
"Jika
seseorang mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara; dari
sedekah yang terus mengalir (pahalanya), ilmu yang bermanfaat untuknya, dan
anak yang sholih yang mendoakannya". Diriwayatkan
oleh Muslim.
Dan anak-anak
akan menjadi anak-anak yang sholih bila mereka didik dan diajarkan dengan ilmu
agama, dengan ilmu tersebut mereka akan berbakti kepada kedua orang tua mereka
dengan bakti yang sebenarnya.
Begitu pula
tentang sedekah, dengan ilmu seseorang akan tahu kepada siapa dia akan
menyalurkannya?!.
Dan ingatlah
bahwa manusia diciptakan dalam keadaan fitroh (suci sebagai orang yang beriman)
akan tetapi kedua orang tuanya atau mas'ul (penanggung jawabnya)lah yang
menjadikannya bodoh, menyimpang dan sesat, Rosululloh (صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
«كُلُّ
مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ
يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ»
"Setiap anak
yang dilahirkan adalah dilahirkan dalam keadaan fitroh namun kedua orang
tuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasroni atau Majusi".
Alloh (تعالى) berkata:
{فَأَقِمْ
وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا
لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ
النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ} [الروم: 30]
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Alloh;
(tetaplah atas) fitroh Alloh yang telah menciptakan manusia menurut fitroh itu,
tidak ada perubahan pada fitroh Alloh. (Itulah) agama yang lurus; tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Ar-Ruum: 30).
Dan
kita akan diminta pertanggung jawaban atas anak-anak kita atau atas orang-orang
yang kita menjadi mas'ul (penanggung jawab) atas mereka, Rosululloh (صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
«كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالإِمَامُ رَاعٍ
وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ فِي أَهْلِهِ رَاعٍ وَهُوَ
مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالمَرْأَةُ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهِيَ
مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا، وَالخَادِمُ فِي مَالِ سَيِّدِهِ رَاعٍ وَهُوَ
مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan dimintai pertanggung
jawaban dari kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan dia dimintai
pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seseorang lelaki adalah pemimpin atas
keluarganya dan dia dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang
wanita di rumah suaminya adalah pemimpin dan dimintai pertanggung jawaban dari
kepemimpinannya, seorang pembantu pada harta majikannya adalah pemimpin dan
akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya". Diriwayatkan oleh Al-Bukhoriy (2554)
dan Muslim (2424).
3.7
Senantiasa
Beristighfar dan Bertaubat
Alloh (تعالى) berkata:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً
نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ
جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ
النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ
وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا
إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} [التحريم: 8]
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada
Alloh dengan taubat yang nasuhaa (semurni-murninya). Mudah-mudahan Robbmu akan
mengampuni kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Alloh tidak menghinakan Nabi dan
orang-orang mu'min yang bersamanya; yang cahaya mereka memancar di hadapan dan
di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Robb kami,
sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau
atas segala sesuatu Al-Qodiir (Maha Mampu)". (At-Tahriim: 8).
Dan
Alloh (تعالى) berkata di dalam
hadits qudsiy:
«يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ،
وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ»
"Wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya kalian adalah berbuat
dosa pada malam dan siang hari, dan Aku mengampuni dosa-dosa semuanya, minta
ampunlah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuni kalian".
Rosululloh
(صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
«وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي
اليَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً»
"Demi Alloh sesungguhnya aku beristighfar kepada Alloh dan
bertaubat kepadanya dalam sehari lebih banyak dari 70 (tujuh puluh) kali". Diriwayatkan oleh Al-Bukhoriy (no. 6307) dari Abu Huroiroh.
Rosululloh
(صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
«يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ،
فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ، مَرَّةٍ».
"Wahai manusia, bertaubatlah kepada Alloh,
sesungguhnya saya bertaubat kepada Alloh dalam sehari seratus kali". Diriwayatkan oleh Muslim
dengan (no. 2702) dari hadits Abdulloh bin
Umar.
وبالله التوفيق
وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
والحمد لله