Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: “Maka sesungguhnya hamba itu jika memurnikan niatnya untuk Alloh ta’ala, dan maksud dia, keinginan dia dan amalan dia itu adalah untuk wajah Alloh Yang Mahasuci, maka Alloh itu bersama dia, karena sesungguhnya Yang Mahasuci itu beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan kepala taqwa dan kebaikan adalah murninya niat untuk Alloh dalam penegakan kebenaran. Dan Alloh Yang Mahasuci itu tiada yang bisa mengalahkan-Nya. Maka barangsiapa Allo bersamanya, maka siapakah yang bisa mengalahkannya atau menimpakan kejelekan padanya? Jika Alloh bersama sang hamba, maka kepada siapakah dia takut? Jika Alloh tidak bersamanya, maka siapakah yang diharapkannya? Dan kepada siapa dia percaya? Dan siapakah yang menolongnya setelah Alloh meninggalkannya? Maka jika sang hamba menegakkan kebenaran terhadap orang lain, dan terhadap dirinya sendiri lebih dulu, dan dia menegakkannya itu adalah dengan menyandarkan pertolongan pada Alloh dan karena Alloh, maka tiada sesuatupun yang bisa menghadapinya. Seandainya langit dan bumi serta gunung-gunung itu membikin tipu daya untuknya, pastilah Alloh akan mencukupi kebutuhannya dan menjadikan untuknya jalan keluar dari masalahnya.” (“I’lamul Muwaqqi’in”/ hal. 412/cet. Darul Kitabil ‘Arobiy).

BIOGRAPHI: Mengenang Syaikh Qobilah Al-Wailiy Nashir Ubadah Rahimahulloh

SYAIKH QOBILAH Nashir bin Mas'ud 'Ubadah Al-Wailiy
بسم الله الرحمن الرحيم
Beliau adalah Nashir bin Mas’ud ‘Ubadah Al-Wailiy, beliau termasuk dari salah satu Syaikh Qobilah di Wailah.
Dari zaman Al-Imam Al-Wadi’iy Rohimahulloh negri Wailah sudah dimasuki da’wah Ahlussunnah, ketika kami sampai di Dammaj pada awal Romadhon enam tahun yang lalu, kami melihat beberapa orang dari murid Syaikhuna Yahya Al-Hajuriy keluar da’wah ke Wailah, bahkan sebelum pengepungan terakhir terhadap Dammaj, ada salah satu kampung di sekitar Wailah meminta untuk mencari para da’i untuk keluar da’wah ke pemukiman mereka dekat Wailah.

Warga Ahlussunnah Wailah sudah terkenal sebagai pencinta As-Sunnah dan Ahlussunnah.
Ketika mereka mendengar bahwa Darul Hadits Dammaj sedang dikepung oleh Rofidhoh maka mereka membuka jalan untuk kaum muslimin yang mau berjihad, ratusan mujahidin dari berbagai penjuru Yaman menuju Ma’rib, dan qobilah Ma’rib menyambut mereka hingga bersama-sama menuju Wailah-Kitaf untuk berjihad melawan kaum kafir Rofidhoh.
Warga Wailah diantara tokoh besarnya adalah Asy-Syaikh Nashir bin Mas’ud Ubadah Rohimahulloh menyambut kedatangan para mujahidin, dengan pertolongan Alloh nampak kekuatan di pihak mujahidin hingga sangat mudah bagi mereka untuk menguasai benteng-benteng pertahanan Rofidhoh, kemenangan diraih dengan terus menerus.
Asy-Syaikh Nashir Ubadah Rohimahulloh selaku tokoh terpandang di qobilah Wailah memiliki peran penting dalam mengobarkan jihad, beliau -dengan izin Alloh- mampu membawa pasukan mujahidin.
Qodarollah Lajnah (penengah) bersegera membuka pengepungan Rofidhoh terhadap Dammaj, setelah itu mereka meminta mujahidin dari Kitaf untuk mundur dan meninggalkan benteng-benteng pertahanan yang sudah dikuasai, para mujahidin pun mundur, kemudian Syaikhuna Yahya Al-Hajuriy ‘Afallohu ‘anhu memberikan dukungan untuk pembangunan markiz Darul Hadits di Kitaf, lalu beliau mengutus Syaikhuna Abu Abdirrohman Jamil Ash-Shilwiy ‘Afallohu ‘anhu untuk memegang Darul Hadits tersebut.
Pada pengepungan yang terakhir terhadap Dammaj, para mujahidin dari Kitaf mulai lagi bergerak maju menuju Dammaj,  pada kali ini mereka sudah kesulitan, pengepungan pertama dahulu mereka dengan banyaknya kekurangan namun dengan pertolongan Alloh mereka dengan mudah menaklukan benteng-benteng pertahanan Rofidhoh, kali ini sudah sangat susah, karena Rofidhoh sudah mempersiapkan kekuatan setelah pengepungan pertama, dan bahkan mereka sudah mempelajari medan.
Bertambah melemah kekuatan para mujahidin dengan sebab meninggalnya Asy-Syaikh Nashir Ubadah dan beberapa masyayikh Qobilah Rohimahumulloh.
Asy-Syaikh Abu Ishaq Asy-Syabamiy ‘Afallohu ‘anhu berkata pada malam Senin (8 Muharrom 1435):
بسم الله الرحمن الرحيم، نعزي إخواننا المجاهدين في كل مكان عامة وفي جبهة كتاف خاصة بوفاة القائد البطل الشيخ ناصر بن مسعود عبادة الوايلي رحمه الله، فإنا لله وإنا إليه راجعون، اللهم أجرنا في مصيبتنا واخلفنا خيرًا منها…
وكان سبب وفاته انفجار القنبلة التي كان يحملها بالخطأ، بعد أن أدى صلاة العصر في المسجد يوم الأحد07 محرم-1435هـ الموافق 10-11-2013م، فهنيئًا له هذه الشهادة، وقد كان رجلًا صالحًا ثابتًا مجاهدًا مقدامًا، متحليًا بالأخلاق الجميلة، ذا فطنة ورشد وذكاء، ولذا نفع الله به كثيرا في جهاد الزنادقة الحوثيين وكان من أجَلّ صفاته التي اتصف بها المشورة والرجوع إلى أهل العلم، فرحمة الله عليه ونسأل الله أن يرفع درجته في عليين ،وإن استشهد الشيخ ناصر فالمناصرون كثير بفضل الله.
“Dengan nama Alloh yang Ar-Rohman (Maha Pengasih) lagi Ar-Rohim (Maha Penyayang), kita berduka terhadap saudara-saudara kita para mujahidin di setiap tempat pada umumnya, dan di medan tempur Kitaf khususnya dengan wafatnya komandan yang pemberani Asy-Syaikh Nashir bin Mas’ud Ubadah Al-Wailiy Rohimahulloh, sesungguhnya kita adalah milik Alloh dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kita akan kembali, Ya Alloh berilah balasan pahala pada musibah kami dan berilah ganti yang lebih baik darinya…… Dan sebab wafatnya beliau adalah meledaknya geranat yang beliau bawa, ini karena kesalahan, setelah beliau menunaikan sholat Ashar di masjid pada hari Ahad 7 Muharrom 1435 Hijriyyah bertepatan dengan 10/11/2013 Masehi maka kebaikan baginya dengan mati syahid ini (kita berharap demikian) dan sungguh beliau adalah pria yang sholih, tsabit (kokoh), mujahid, pemberani, berhias dengan akhlaq yang bagus, memiliki wawasan, pandangan yang tajam dan cerdas, dengan ini Alloh berikan manfaat yang banyak dengan sebabnya dalam jihad melawan orang-orang zindiq para hutsiy, dan yang paling bagusnya sifat beliau yang telah tersifati dengannya adalah bermusyawaroh dan kembali kepada Ahlul ‘Ilmi, semoga Alloh merohmatinya, kami memohon kepada Alloh untuk meninggikan derajat beliau di Jannah tertinggi”.
Ditulis oleh: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy ‘Afallohu ‘anhu (23 Dzulqo’dah 1435).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar