Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: “Maka sesungguhnya hamba itu jika memurnikan niatnya untuk Alloh ta’ala, dan maksud dia, keinginan dia dan amalan dia itu adalah untuk wajah Alloh Yang Mahasuci, maka Alloh itu bersama dia, karena sesungguhnya Yang Mahasuci itu beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan kepala taqwa dan kebaikan adalah murninya niat untuk Alloh dalam penegakan kebenaran. Dan Alloh Yang Mahasuci itu tiada yang bisa mengalahkan-Nya. Maka barangsiapa Allo bersamanya, maka siapakah yang bisa mengalahkannya atau menimpakan kejelekan padanya? Jika Alloh bersama sang hamba, maka kepada siapakah dia takut? Jika Alloh tidak bersamanya, maka siapakah yang diharapkannya? Dan kepada siapa dia percaya? Dan siapakah yang menolongnya setelah Alloh meninggalkannya? Maka jika sang hamba menegakkan kebenaran terhadap orang lain, dan terhadap dirinya sendiri lebih dulu, dan dia menegakkannya itu adalah dengan menyandarkan pertolongan pada Alloh dan karena Alloh, maka tiada sesuatupun yang bisa menghadapinya. Seandainya langit dan bumi serta gunung-gunung itu membikin tipu daya untuknya, pastilah Alloh akan mencukupi kebutuhannya dan menjadikan untuknya jalan keluar dari masalahnya.” (“I’lamul Muwaqqi’in”/ hal. 412/cet. Darul Kitabil ‘Arobiy).

bingkisan yang berisikan peringatan dan bimbingan



bingkisan
yang
berisikan peringatan dan bimbingan


Penulis:
Abu Muhammad Anas bin Salim Al-Limboriy

Dikoreksi dan diberi Footnote oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy
Semoga Alloh mengampuninya, mengampuni kedua orang tuanya dan mengampuni saudara-saudarinya




www.assaabiquunalawwaluun.blogspot.com
Maktabah Abil 'Abbas Rohimahulloh
1434

KATA PENGANTAR

بِسم الله الرَّحْمَن الرَّحِيم
الْحَمد لله رب الْعَالمين، وَصلى الله على مُحَمَّد وعَلى آله وَصَحبه أَجْمَعِينَ.
أما بعد:
Alloh (تعالى) berkata:
{وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ وَكَفَى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا} [الفرقان: 31]
"Dan demikian itulah, telah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi musuh dari orang-orang yang berdosa, dan cukuplah Robbmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong". (Al-Furqon: 31).
Dari ayat ini menunjukan bahwa al-haq (kebenaran) dan para pembawanya yaitu para Nabi dan para pengikut mereka pasti memiliki musuh dari syaithon, baik yang dari kalangan jin atau pun yang dari kalangan manusia yang dipimpin oleh Iblis La'anahulloh.
Para pembawa al-haq dan al-bathil (kebatilan) telah Alloh (تعالى) berikan suatu perumpamaan sebagaimana dalam perkataan-Nya:
{أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ} [القلم: 35]
"Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang yang bergama Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)?". (Al-Qolam: 35).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (25)} [إبراهيم: 24-25]
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Alloh telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Robbnya. Alloh membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat". (Ibrohim: 24-25).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} [المائدة: 100]
"Katakanlah: "Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Alloh wahai orang-orang berakal, agar kalian mendapat keberuntungan". (Al-Maidah: 100).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ (26) يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ (27)} [إبراهيم: 26، 27]
"Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Alloh mengokohkan (iman) orang-orang yang beriman dengan perkataan yang kokoh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Alloh menyesatkan orang-orang yang zholim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki". (Ibrohim: 26-27).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالْأَعْمَى وَالْأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا أَفَلَا تَذَكَّرُونَ} [هود: 24]
"Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mu'min), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?. Maka tidakkah kalian mengambil pelajaran (dari perbandingan itu)?". (Huud: 24).


BAB 1
KELOMPOK PEMBAWA KEBATHILAN

Kelompok ini dipimpin oleh Iblis, iblis dan para pengikut atau bala tentaranya akan senantiasa menghalangi seseorang dari jalan yang lurus, mereka tidak putus asa dalam melakukan tugas mereka itu dan mereka adalah musuh yang nyata, Alloh (تعالى) berkata:
{قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ} [الحجر: 39]
"(Iblis) berkata: "Ya Robbku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya". (Al-Hijr: 39).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (16) ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ (17)} [الأعراف: 16، 17]
"(Iblis) menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)". (Al-A'rof: 16-17).
Oleh karena itu Alloh (تعالى) berkata:
{أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا} [الكهف: 50]
"Patutkah kalian mengambilnya dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain dari-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim". (Al-Kahfi: 50).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ تَبْغُونَهَا عِوَجًا وَأَنْتُمْ شُهَدَاءُ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ} [آل عمران: 99]
"Katakanlah: "Wahai ahli Kitab, mengapa kalian menghalang-halangi dari jalan Alloh orang-orang yang telah beriman, kalian menghendakinya menjadi bengkok, padahal kalian menyaksikan?", Alloh sekali-kali tidak lalai dari apa yang kalian kerjakan". (Ali Imron: 99).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ} [البقرة: 98]
"Barang siapa yang menjadi musuh bagi Alloh, malaikat-malaikat-Nya, rosul-rosul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Alloh adalah musuh bagi orang-orang kafir". (Al-Baqoroh: 98).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَى إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ} [يوسف: 5]
"(Ya'qub) berkata: "Wahai putraku, janganlah kamu menceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka akan membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaithon itu adalah musuh yang nyata bagi manusia". (Yusuf: 5).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ} [إبراهيم: 3]
"(Yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Alloh dan menginginkan agar jalan Alloh itu bengkok, mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh". (Ibrohim: 3).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالْآخِرَةِ كَافِرُونَ} [الأعراف: 45]
"(Yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Alloh dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat". (Al-A'rof: 45).
Dan mereka (para pembawa kebatilan) berusaha untuk mengusir, menyiksa dan bahkan membunuh ahlul haq (para pembawa kebenaran) dan yang mengikuti mereka, Alloh (تعالى) berkata:
{وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ} [إبراهيم: 13]
"Orang-orang kafir berkata kepada Rosul-rosul mereka: "Kami sungguh-sungguh akan mengusir kalian dari negeri kami atau kalian kembali kepada agama kami". Maka Robb mereka mewahyukan kepada mereka (para Rosul): "Kami pasti akan membinasakan orang- orang yang zholim itu". (Ibrohim: 13).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَنْجَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ وَيُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ وَفِي ذَلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ} [إبراهيم: 6]
"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Ingatlah ni'mat Alloh atas kalian ketika Dia menyelamatkan kalian dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kalian dengan siksaan yang pedih, mereka membunuh anak-anak laki-laki kalian, membiarkan hidup anak-anak perempuan kalian; dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Robb kalian". (Ibrohim: 6).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ} [التوبة: 40]
"Jikalau kalian tidak menolongnya (Rosululloh) maka sesungguhnya Alloh telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada di dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Alloh bersama kita", maka Alloh menurunkan ketenangan-Nya kepada (Rosululloh) dan membantunya dengan bala tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Dia menjadikan kalimatnya orang-orang kafir rendah, dan kalimatnya Alloh itulah yang tinggi. Alloh adalah Al-'Aziz (Maha Perkasa) lagi Al-Hakim (Maha Bijaksana)". (At-Taubah: 40).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَإِذَا رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَذَا الَّذِي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمَنِ هُمْ كَافِرُونَ} [الأنبياء: 36]
"Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuatmu menjadi olok-olokan. (Mereka mengatakan): "Apakah ini orang yang mencela sesembahan-sesembahan kalian?", padahal mereka adalah orang-orang yang kafir dari mengingat Ar-Rohman (Yang Maha Pemurah)". (Al-Anbiya': 36).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ} [الأنبياء: 68]
"Mereka berkata: "Bakarlah dia dan tolonglah sesembahan-sesembahan kalian, jika kalian benar-benar hendak bertindak". (Al-Anbiya': 68).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ} [الشعراء: 130]
"Dan apabila kalian menyiksa, maka kalian menyiksa sebagai orang-orang kejam (bengis)". (Asy-Syu'aro': 130).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ يَسْعَى قَالَ يَا مُوسَى إِنَّ الْمَلَأَ يَأْتَمِرُونَ بِكَ لِيَقْتُلُوكَ فَاخْرُجْ إِنِّي لَكَ مِنَ النَّاصِحِينَ} [القصص: 20]
"Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Wahai Musa, sesungguhnya pembesar negri sedang berunding tentangmu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu". (Al-Qoshshosh: 20).
Dan mereka (para pembawa kebatilan) berhasil membunuh sebagian para Nabi seperti Zakariya dan putranya mereka bunuh, Alloh (تعالى) berkata:
{ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ} [آل عمران: 112]
"Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Alloh dan membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas". (Ali 'Imron: 112).
Dan mereka membunuh para pengikutnya sebagaimana pada kisah Ash-Shabul Ukhdud, mereka dilempar ke dalam api yang menyala-nyala, dan ada pula dari pengikut para Nabi dibunuh dengan cara digergaji, ada pula yang disalib sebagaimana dalam hadits Shuhaib yang diriwayatkan oleh Muslim, lihat "Riyadhus Sholihin" hadits yang ke 30 dalam "Babush Shobri" dan juga dalam hadits Khobbab dalam kitab dan bab yang sama pada hadits ke 41 yang diriwayatkan oleh Al- Bukhoriy.
Begitu pula Nabi kita (صلى الله عليه وسلم) beliau dilempar hingga berlumuran darah, dan ini terjadi ketika beliau berda'wah di Thoif, sebagaimana dalam hadits yang ke 36 dari kitab dan bab yang sama, yang diriwayatkan oleh Al-Bukhoriy dan Muslim dari hadits Abdulloh bin Mas'ud.
Pada perang Uhud beliau terluka, begitu pula para shohabat beliau seperti Khobbab dan Bilal disiksa pada awal-awal keislaman.
Khobbab dibaringkan di atas api yang menyala, tidaklah api tersebut mati melainkan karena terkena keringat beliau yang bercucuran, begitu pula Bilal dibaringkan di atas pasir di bawah diterik panasnya matahari, begitu pula para shohabat dan shohabiyyah merasakan berbagai macam ujian dan cobaan.
Dan ahlul bathil (pembawa kebatilan) juga membunuh dan menyiksa para imam, Al-Imam Ahmad disiksa dan dipenjara dan yang lainnya dibunuh.
Kejahatan itu sampai sekarang terus berkelanjutan, mereka senantiasa berusaha untuk menghalang-halangi para pembawa al-haq akan tetapi Alloh (تعالىtelah berkata:
{وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ} [آل عمران: 54]
"Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Alloh membalas tipu daya mereka itu. Dan Alloh adalah sebaik-baik pembalas tipu daya". (Ali Imron: 54).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ} [الأنعام: 123]
"Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya". (Al-An'am: 123).
Mereka menyeru kepada kejahatan dan menakut-nakuti dengan kemiskinan[1], Alloh (تعالى) berkata:
{الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ} [البقرة: 268]
"Syaithon menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat kejahatan; sedang Alloh menjadikan untuk kalian ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Alloh adalah Al-Wasi' (Maha Luas Karunia-Nya) lagi Al-'Alim (Maha Mengatahui)". (Al-Baqoroh: 268).
Mereka para pembawa kebatilan memperolok-olok para pembawa kebenaran, baik berupa perkataan seperti tuduhan orang gila, tukang sihir dan yang lainnya, Alloh (تعالى) berkata:
{ وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (11) كَذَلِكَ نَسْلُكُهُ فِي قُلُوبِ الْمُجْرِمِينَ (12) لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ (13)} [الحجر: 11 - 13]
"Dan tidak datang seorang Rosulpun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. Demikianlah Kami mamasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir), mereka tidak beriman kepadanya (Al-Quran) dan sesungguhnya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu". (Al-Hijr: 11-13).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَذَا إِنْ هَذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ} [الأنفال: 31]
"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al-Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang terdahulu". (Al-Anfal: 31).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِنْ قَوْمِهِ سَخِرُوا مِنْهُ قَالَ إِنْ تَسْخَرُوا مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ} [هود: 38]
"Dan mulailah Nuh membuat bahtera, dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Nuh berkata: "Jika kalian mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejek kalian sebagaimana kalian mengejek (kami)". (Huud: 38).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ} [الحجر: 6]
"Mereka berkata: "Wahai orang yang diturunkan Al-Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila". (Huud: 38).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ (2) وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ (3)} [القمر: 2، 3]
"Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda (mu'jizat), mereka berpaling dan berkata: "(ini adalah) sihir yang terus menerus". Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedangkan tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya". (Al-Qomar: 2-3).
Mereka orang-orang kafir dan para pembawa kebatilan itu berusaha dengan segala macam cara, untuk menghancurkan kaum muslimin, baik dengan senjata kalau mereka mampu atau dengan cara menyihir atau dengan cara lainnya, dan mereka tidak akan senang melihat kaum muslimin kecuali kaum muslimin tersebut mengikuti mereka, Alloh (تعالى) berkata:
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ } [آل عمران: 100]
"Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kalian menjadi orang kafir sesudah kalian beriman". (Ali Imron: 100).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ} [البقرة: 120]
"Orang-orang Yahudi dan Nasroni tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk (yang benar)". dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu". (Al-Baqoroh: 120).
Dan orang kafir atau pelaku kebatilan itu adalah suatu golongan yang besar, dan tidaklah beriman dari mereka melainkan hanya sedikit, Alloh (تعالى) berkata:
{وَمَنْ آمَنَ وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ} [هود: 40]
"Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit". (Huud: 40).
Dan mereka merasa bangga dengan banyaknya jiwa dan harta yang ada pada mereka:
{أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا} [الكهف: 34]
"Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat". (Al-Kahfi: 34).
Dan Alloh (تعالى) berikan keni'matan dunia untuk mereka (para pembawa kebatilan), dan dunia itu seakan-akan Jannah (surga)nya mereka, Alloh (تعالى) berkata:
{وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَأَوْلَادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ} [التوبة: 85]
"Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Alloh menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir". (At-Taubah: 85).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ} [البقرة: 86]
"Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong". (Al-Baqoroh: 86).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ} [البقرة: 212]
"Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Alloh memberi rezqi kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya dengan tanpa batas". (Al-Baqoroh: 212).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى} [طه: 131]
"Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai hiasan kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan rezqi Robbmu adalah lebih baik dan lebih kekal". (Thooha: 131).
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dari Abu Huroiroh Abdurrohman bin Shokhr, beliau berkata:
«الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ، وَجَنَّةُ الْكَافِرِ»
 "Dunia adalah penjaranya orang yang beriman dan jannah (surga)nya orang kafir".
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ} [البقرة: 204]
"Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Alloh (atas kebenaran) isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras". (Al-Baqoroh: 204).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ} [سبأ: 15]
"Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah oleh kalian dari rezqi yang (dianugerahkan) Robb kalian dan bersyukurlah kalian kepada-Nya. (Negeri kalian) adalah negri yang baik dan (Robb kalian) adalah Robb yang Al-Ghofur (Maha Pengampun)". (Saba': 15).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَقَالَ مُوسَى رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالًا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ} [يونس: 88]
"Musa berkata: "Ya Robb kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, Ya Robb kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Robb kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih". (Yunus: 88).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا رَجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا (32) كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا نَهَرًا (33) وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا (34)} [الكهف: 32 - 34]
"Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tidak kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu, dan dia mempunyai kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengannya: "Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat". (Al-Kahfi: 32-34).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ} [القصص: 76]
"Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka dia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri". (Al-Qoshshosh: 76).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ آيَةً تَعْبَثُونَ (128) وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ (129) وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ (130)} [الشعراء: 128 - 130]
"Apakah kalian mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main, dan kalian membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kalian kekal (di dunia)? Dan apabila kalian menyiksa, maka kalian menyiksa sebagai orang- orang kejam dan bengis". (Asy-Syu'aro': 128-130).
Dan lihatlah bagaimana kehidupan Nabi kita Muhammad (صلى الله عليه وسلم) sangat menderita! Begitu pula para shohabatnya! Begitu pula para pengikut setianya[2]!.
Bila kita bandingkan kehidupan Rosululloh (صلى الله عليه وسلم) dan para pengikut setianya dengan kehidupan kisro (raja Persia) atau kaisar (Raja Romawi) dan para pembawa kebatilan maka tentu sangatlah jauh[3].
Dan masih sangat banyak dalil-dalil yang menunjukan tentang kemewahan hidup bagi orang-orang kafir dan pembawa kebatilan dan kami cukupkan hanya dengan menyebutkan yang ini.

BAB 2
KELOMPOK PEMBAWA KEBENARAN

Secara khusus pada umat ini, mereka adalah umat Muhammad  (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) yang senantiasa di atas kebenaran, menegakannya dan membelanya, tidak memudhoratkan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka, baik yang menyelisihi mereka itu dari orang-orang kafir atau ahlul bid'ah atau selain mereka dari para pembawa kebatilan, sampai hari kiamat, Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) berkata:
«لاَ يَزَالُ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ»
"Akan senantiasa segolongan manusia dari umatku menampakan (kebenaran) sampai datang kepada mereka perkaranya Alloh dan mereka senantiasa menampakan (kenenaran". Diriwayatkan oleh Al-Bukhoriy dan Muslim dari hadits Mughiroh bin Syu'bah.
Dan Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) berkata:
«لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ»
"Akan senantiasa segolongan dari umatku mereka berperang di atas kebenaran dan mereka menampakan (kebenaran) sampai datang hari kiamat. Diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Jabir bin Abdillah.
Dan Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) berkata:
«لَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى أَمْرِ اللهِ، قَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ»
"Akan senantiasa segolongan dari umatku mereka berperang di atas perintahnya Alloh dan mereka mereka menang atas musuh-musuh mereka, tidak memudhoratkan mereka orang yang menyelisihi mereka sampai datang kepada mereka hari kiamat dan mereka senantiasa demikian itu". Diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Jabir bin Abdillah.
Dan Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) berkata:
«لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي قَائِمَةً بِأَمْرِ اللهِ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ أَوْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ عَلَى النَّاسِ»
"Akan senantiasa segolongan dari umatku mereka tegak dengan perintahnya Alloh, tidak memudhoratkan mereka orang-orang yang menghinakan atau orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang kepada mereka perkaranya Alloh dan mereka menampakan (kebenaran) pada manusia". Diriwayatkan oleh Al-Bukhoriy dan Muslim dari hadits Mu'awiyyah.
Pada hadits-hadits tersebut menunjukan bahwa para pembawa kebenaran adalah kelompok yang kecil dan mereka senantiasa dimusuhi.
Pada pembawa kebenaran dari zaman Rosul yang pertama Nuh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) dan para pengikutnya sampai zaman Rosul yang terakhir Muhammad (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) dan para pengikutnya maka mereka itu adalah kelompok yang kecil dan kebanyakan mereka adalah orang-orang lemah, tidak memiliki kedudukan dan mereka adalah orang-orang miskin, Alloh (تعالى) berkata:
{فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلَّا بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلَّا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَى لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ} [هود: 27]
"Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta". (Huud: 27).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ} [هود: 40]
"Dan tidaklah beriman bersama dengannya (Nuh) kecuali sedikit". (Huud: 40).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِمَنْ آمَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَالِحًا مُرْسَلٌ مِنْ رَبِّهِ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلَ بِهِ مُؤْمِنُونَ} [الأعراف: 75]
"Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: "Tahukah kalian bahwa Sholih di utus (menjadi Rosul) oleh Robbnya?". mereka menjawab: "Sesungguhnya kami beriman kepada apa-apa yang Sholih diutus dengannya". (Al-A'rof: 75).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا يَسْتَضْعِفُ طَائِفَةً مِنْهُمْ يُذَبِّحُ أَبْنَاءَهُمْ وَيَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ إِنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ} [القصص: 4]
"Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, membunuh anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir'aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan". (Al-Qoshshosh: 4).
Dan termasuk dari sunnatulloh bahwa pembawa kebenaran atau para pengikut para Nabi pasti senantiasa diuji oleh Alloh (تعالى) sesuai dengan keimanan mereka masing-masing, dari Sa'd bin Abi Waqqosh, beliau berkata:
"يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً؟".
 "Wahai Rosululloh, siapakah manusia yang paling besar bala'nya?". Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) menjawab:
«الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الْعَبْدُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ صُلْبًا، اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ، ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلَاءُ بِالْعَبْدِ، حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ، وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيئَةٍ»".
"Para Nabi, kemudian semisalnya dan yang semisalnya, ditimpakan bala' kepada seorang hamba disesuaikan dengan keadaan agamanya, jika pada agamanya itu ada kekokohan maka dibesarkan bala'nya, dan jika pada agamanya ada kelemahan (kerendahan) maka ditimpakan bala' sesuai kadar agamanya, dan senantiasa seorang hamba akan ditimpakan bala' sampai dia dibiarkan berjalan di muka bumi dan dia tidak ada padanya dosa"[4]"Lihat "Al-Jami'ush Shohih Lil Wadi'iy" (3882).
Mereka (pembawa kebenaran atau para pengikut para Nabi) saling cinta mencintai, walaupun mereka berbeda suku, berbeda negara akan tetapi karena agama mereka adalah satu, Alloh (تعالى) berkata:
{مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا} [الفتح: 29]
"Muhammad itu adalah utusan Alloh dan orang-orang yang bersamanya adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari keridhoan dari Alloh dan keridhoan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada wajah mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Alloh hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang yang beriman). Alloh menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang sholih di antara mereka ampunan dan pahala yang besar". (Al-Fath: 29).
Dan Alloh (تعالى) berkata:
{إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ} [الحجرات: 10]
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah bersaudara, oleh sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudara kalian itu dan takutlah terhadap Alloh, supaya kalian mendapatkan rohmat". (Al-Hujarot: 10).
Dan masih banyak lagi keadaan yang lainnya yang perlu untuk saya jelaskan, akan tetapi saya cukupkan sampai di sini, dan berikut ini saya bawakan sebuah kata dariku sebagai penutup yaitu: "Jadilah kamu di muka bumi ini sebagai orang asing karena kamu mengikuti atau menampakan al-haq sebagaimana Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
«كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ»
"Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan orang asing atau yang menempuh perjalalan" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhoriy: 3/6416 di dalam "Kitaburriqoq", At-Tirmidziy (2333) dan Ibnu Majah (4114) dan ini adalah lafazd Al-Bukhoriy".



BAB 3
KESIMPULAN DAN NASEHAT[5]

Wahai saudara-saudariku perbaikilah niat dan keikhlasan kalian, janganlah kalian belajar karena niat supaya menjadi orang terkenal, atau supaya mendapat gelar yang masyhur.
Tujuan kita belajar adalah untuk menghilangkan kebodohan pada diri-diri kita dan kemudian orang lain, supaya kita semua mengetahui syari'at Islam, sehingga dengan itu amalan kita selalu benar, sesuai dengan apa yang diamalkan oleh Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) dan para shohabatnya.
Bersungguh-sungguhlah dan bersemangatlah dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya, dan jangan bermalas-malasan.
Jagalah waktu kalian, atur waktu tersebut dengan sebaik-baik mungkin, janganlah kalian sia-siakan waktu.
Gunakanlah waktu luang kalian sebelum datang waktu sibuk kalian, gunakanlah waktu sehat kalian sebelum waktu sakit kalian.
Jika kalian berada di waktu sore maka jangan menunggu di waktu pagi, dan jika kalian berada di waktu pagi maka jangan menunggu di waktu sore.
Dan sungguh beruntung orang-orang yang meluangkan waktunya dengan perkara yang bermanfaat.
Dan sungguh merugi orang-orang yang menyia-nyiakan waktunya.
Bertemanlah kalian dengan teman yang baik, pilihlah kalian teman yang baik.
Jika kalian berteman dengan orang malas dan yang jelek akhlaknya karena kalian akan seperti mereka.
Jika kalian berteman dengan orang yang baik, sholih, berilmu dan rajin maka kalian akan seperti mereka, jangan kalian melihat kemiskinan atau kekurangan padanya karena betapa banyak keberhasilan dan kesuksesan dalam menuntut ilmu ada pada orang-orang miskin dari pada orang-orang kaya, lihatlah kepada sejarah ulama kita baik salaf (yang terdahulu) maupun kholaf (yang belakangan).
Jika kalian memiliki masalah maka mintalah solusi dari ustadz kalian atau kepada kawan kalian yang sholih.
Jauhilah perkara-perkara yang menyebabkan kalian berselisih antara sesama kawan atau orang lain, dan janganlah membuat masalah.
Memang terkadang kita tidak berbuat masalah akan tetapi ada orang mempermasalahkan kita, entah karena tidak senang dengan kita atau karena dengki, hasad, cemburu buta atau karena yang lainnya.
Amalkan ilmu kalian jika kalian telah mengetahui suatu ilmu.
Berakhlaklah dengan akhlak yang mulia, beradablah kepada ustadz kalian, dengan kawan dan dengan masyarakat kalian.
Janganlah kalian dengki dan iri kepada orang lain.
Banyak-banyaklah kalian berdoa dan meminta pertolongan kepada Alloh dan merasalah bahwa Alloh selalu mengawasi kalian baik di waktu sepih atau di waktu ramai.
Mintalah pertolongan ketika kalian mengahadapi berbagai masalah, seperti kesulitan dalam belajar dan ketika susah menghafal.
Minta pertolonganlah kalian supaya dimudahkan untuk melakukan perkara yang bermanfaat, seperti menuntut ilmu, ibadah dan yang lainnya.
Selalu ingatlah kalian kepada Alloh di mana pun kalian berada, dan bagaimana pun keadaan kalian; baik ketika kalian susah atau pun senang, bahagia atau pun menderita, sehat atau pun sakit.
Bersabar, istiqomah (selalu di atas ketaatan) dan istimror (terus menerus dalam) kebaikan.
Istiqomah dan istimror-lah dalam perkara yang baik dan bermanfaat.
Bersabarlah dalam melakukan kebaikan, sabar dalam melakukan perbuatan kebaikan dan yang bermanfaat dan sabar dalam meninggalkan semua perkara kejelekan.
Bersabarlah ketika mendengar berita bahwa saudara kalian atau orang yang kalian cintai telah meninggal dunia atau ketika ditimpa musibah, janganlah dengan sebab berita itu membuat kalian melemah, patah semangat dan bermalas-malasan akan tetapi hendaknya kalian semakin semangat, berusaha dan bertambah giat dalam perkara kebaikan.
Bersabarlah ketika menghadapi perkara yang sulit, sabar ketika ada kekurangan dan kehilangan.
Janganlah kalian bersedih, akan tetapi ridholah terhadap apa yang telah Alloh taqdirkan terhadap kita.
Bersabarlah ketika terhadap orang yang tidak senang dengan kita atau terhadap orang-orang yang selalu mencari-cari kesalahan kita.
Bersabarlah dengan prilaku teman yang dahulu mungkin berbuat baik dengan kita, membantu kita, menolong kita namun kemudian meninggalkan atau menjauhi kita.
Bersabarlah dengan perbuatan kawan yang dahulu mungkin kalian bersama-sama memikul beban dan menderita bersama namun tiba-tiba mereka membenci kalian, bahkan berusaha untuk menyengsarakan kalian mungkin karena dia terpengaruh atau karena sebab lainnya maka bersabarlah.
Ingatlah bahwa semua yang ada di bumi telah ditentukan ajalnya, dan ingatlah pula bahwa yang paling utama dan paling dicintai di sisi Alloh adalah orang yang paling bertaqwa bukan yang paling kaya dan paling banyak hartanya.
Lihatlah kepada orang yang di bawahmu dan jangan melihat kepada yang di atasmu[6], jika engkau melihat kepada orang yang semisalmu maka kamu akan terhibur ternyata ada yang lebih sengsara dan lebih menderita dari padamu, dengan itu akan menjadikanmu bertambah dalam bersyukur dan bersabar.
Jangan lupa untuk saling doa mendoakan dalam perkara kebaikan, mendoakan untuk diri sendiri dan sauadara-saudari dan teman-teman serta seluruh Ahlissunnah As-Salafiyyin dan para ulama mereka, terkhusus doakan untuk Asy-Syaikh An-Nashihul Amin karena ujian dan tantangannya sangat besar.
Sekian yang saya tuliskan pada lembaran-lembaran putih yang tertuliskan dengan tinta hitam ini untuk saudara-saudariku, teman-temanku dan seluruh Ahlissunnah, semoga Alloh menunjuki kita semua ke jalan-Nya yang lurus, yang telah ditempuh oleh Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) dan para shohabatnyta serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dan semoga menjadikan kita untuk senantiasa di atas al-haq, di atas hujjah dan burhan yang kokoh.
Dan kita memohon kepada Alloh untuk melindungi, menjaga dan menjauhkan kita dan seluruh Ahlisunnah As-Salafiyyin dari semua fitnah yang nampak dan yang tersembunyi.
والحمد لله
Ditulis oleh:
Abu Muhammad Anas bin Salim Al-Limboriy As-Seramiy
Pada Malam Jum'at setelah mengikuti pelajaran khusus setelah sholat Isya', kemudian dilanjutkan penulisannya pada malam Sabtu setelah sholat Isya' di Darul Hadits Dammaj Al-Khoir-Sho'dah-Yaman.



[1]  Dan ini terjadi pula di zaman kita ini yaitu mereka berusaha untuk menjauhkan manusia dari kebaikan, jika manusia berlomba-lomba untuk menuntut ilmu agama mereka pun mulai menakut-nakuti dengan kemiskinan, bagaimana masa depanmu nanti? Bagaimana dengan anak keturunanmu nanti? Di pondok pesantren tidak ada ijazahnya, terus kalian kerja apa?, mereka lupa dengan perkataan Alloh (تعالى):
{وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ} [الذاريات: 22]
"Dan di langit terdapat rezki kalian dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepada kalian". (Adz-Dzariyat: 22).
[2] Mereka semua (Rosululloh dan para pengikutnya) menderita di kehidupan dunia ini, namun karena mereka beriman maka Alloh masukan mereka semua ke dalam Jannah-Nya, Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
«يَا ابْنَ الْخَطَّابِ، اذْهَبْ فَنَادِ فِي النَّاسِ، أَنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا الْمُؤْمِنُونَ»
"Wahai Ibnul Khoththob, pergilah kamu lalu serulah manusia, bahwasanya tidak akan masuk Jannah melainkan orang-orang yang beriman".
Kalaupun ada dari kalangan para shohabat yang kaya raya, seperti Abu Bakr Ash-Shiddiq maka ketahuilah bahwa kekayaannya beliau gunakan untuk menolong da'wah, Bilal sebagai budak kemudian beliau beli dan beliau bebaskan, tidaklah beliau bermegah-megahan dengan hartanya namun beliau gunakan di jalan Alloh sampai bahkan beliau kelaparan bersama Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ), begitu pula para ulama ada yang kaya raya, seperti Al-Imam Al-Laits bin Sa'ad Al-Mishriy, beliau imam Ahli hadits yang kaya raya, namun para imam semisal Malik bin Anas ikut merasakan kedermawanannya, tidaklah beliau membiarkan para imam berda'wah melainkan beliau bantu dengan hartanya, begitu pula Al-Imam Ibnu Bazz kaya raya, beliau memiliki beberapa jabatan dan beliau keadaannya seperti Al-Imam Al-Laits Al-Mishriy, begitu pula kita dapati banyak dari para muhsinin Ahlissunnah di zaman ini mereka banyak membantu para penuntut ilmu dan membantu da'wah Ahlissunnah Jazahumullohu khoiro.
[3] Istana Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) dan para pengikutnya hanya masjid yang beratapkan daun korma, beralaskan bumi dan berdindingkan pelepak-pelepak korma, bila para shohabat duduk, sholat atau berbaring di dalamnya maka langsung mereka mandi debu, adapun Kisro dan Kaisar serta para pembawa kebatilan ketika itu mereka hidup mewah, istana mereka beralaskan permadani, keramik dan mereka bersandar di bantal-bantal yang halus dan empuk, berbagai kesenangan dan keni'matan dunia mereka peroleh, dengan melihat keadaan seperti itu maka Umar Ibnul Khoththob berkata kepada Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ):
"يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ فَلْيُوَسِّعْ عَلَى أُمَّتِكَ، فَإِنَّ فَارِسَ وَالرُّومَ قَدْ وُسِّعَ عَلَيْهِمْ وَأُعْطُوا الدُّنْيَا، وَهُمْ لاَ يَعْبُدُونَ اللَّهَ، فَجَلَسَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ مُتَّكِئًا"
"Wahai Rosululloh berdoalah kepada Alloh untuk memberikan keluasan (rezki/keni'matan) kepada umatmu, karena Faris dan Rum telah diluaskan bagi mereka dan mereka diberi dunia, padahal mereka tidak beribadah kepada Alloh, maka Nabi (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) duduk dari bersandarnya".lalu berkata:
«أَوَفِي هَذَا أَنْتَ يَا ابْنَ الخَطَّابِ، إِنَّ أُولَئِكَ قَوْمٌ عُجِّلُوا طَيِّبَاتِهِمْ فِي الحَيَاةِ الدُّنْيَا»
"Apakah dengan ini wahai Ibnul Koththob (kamu meminta), sesungguhnya mereka itu adalah suatu kaum yang disegerakan kebaikan-kebaikan pada kehidupan di dunia ini".
[4]  Diriwayatkan oleh Ashhabussunan kecuali Abu Dawud telah meriwayatkan dari hadits.
[5] Kesimpulan ini termasuk pula dari kesimpulan tulisan beliau yang berjudul "Nasehat untuk Mengikuti Syari'at".
[6] Ini pada masalah kemiskinan atau kekurangan namun untuk masalah keutamaan seperti ilmu dan amal sholih maka lihatlah kepada yang paling tinggi derajatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar