Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: “Maka sesungguhnya hamba itu jika memurnikan niatnya untuk Alloh ta’ala, dan maksud dia, keinginan dia dan amalan dia itu adalah untuk wajah Alloh Yang Mahasuci, maka Alloh itu bersama dia, karena sesungguhnya Yang Mahasuci itu beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan kepala taqwa dan kebaikan adalah murninya niat untuk Alloh dalam penegakan kebenaran. Dan Alloh Yang Mahasuci itu tiada yang bisa mengalahkan-Nya. Maka barangsiapa Allo bersamanya, maka siapakah yang bisa mengalahkannya atau menimpakan kejelekan padanya? Jika Alloh bersama sang hamba, maka kepada siapakah dia takut? Jika Alloh tidak bersamanya, maka siapakah yang diharapkannya? Dan kepada siapa dia percaya? Dan siapakah yang menolongnya setelah Alloh meninggalkannya? Maka jika sang hamba menegakkan kebenaran terhadap orang lain, dan terhadap dirinya sendiri lebih dulu, dan dia menegakkannya itu adalah dengan menyandarkan pertolongan pada Alloh dan karena Alloh, maka tiada sesuatupun yang bisa menghadapinya. Seandainya langit dan bumi serta gunung-gunung itu membikin tipu daya untuknya, pastilah Alloh akan mencukupi kebutuhannya dan menjadikan untuknya jalan keluar dari masalahnya.” (“I’lamul Muwaqqi’in”/ hal. 412/cet. Darul Kitabil ‘Arobiy).

Safar Dijalan Alloh Adalah Tour Bagi Setiap Mu’min

السفر في سبيل الله سياحة لكل مؤمن
railroad_crossing_in_the_desert (1)
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Alloh yang Ar-Rohman lagi Ar-Rohim.
اعلموا رحمكم الله أن السفر في سبيل الله سياحة لكل مؤمن، ومن يصبر في ذلك فله خير
Ketahuilah semoga Alloh merohmati anda sekalian, sesungguhnya safar (perjalanan jauh) di jalan Alloh adalah tour bagi setiap mu’min, dan barang siapa yang bersabar pada demikian itu maka baginya kebaikan.
فلا بد للمسافر أن يصبر، لأن النبي صلى الله عليه وسلم يقول: «السفر قطعة من العذاب يمنع أحدكم طعامه وشرابه ونومه فإذا قضى أحدكم نهمته من وجهه فليعجل الرجوع إلى أهله»
Maka seharusnya bagi orang yang safar untuk bersabar, karena An-Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Safar adalah potongan dari azab, yang dia mencegah salah seorang dari kalian dari makanannya, minumannya dan tidurnya, jika salah seorang dari kalian telah menyelesaikan dari keperluannya maka hendaknya dia bersegera kembali ke keluarganya”. 

والله نحن ما نحب أن نخرج من دار الحديث بصنعاء ولكن بسبب الحوثيين الروافض لعنهم الله الذين أخذونا ودخلونا في السجن
Demi Alloh kami tidak menyukai untuk keluar dari Darul Hadits di Sana’a, akan tetapi dengan sebab para Hutsah-Rofidhoh semoga Alloh mela’nat mereka, mereka telah menculik kami dan memasukan kami ke dalam penjara.
والحمد لله جاء النصر من الله سبحانه وتعالى بسبب السفرة الأندونيسية التي أخرجتنا من السجن
Dan Alhamdulillah datang pertolongan dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala dengan sebab KBRI yang ia telah mengeluarkan kami dari penjara.
(فنشكر الله سبحانه: (وقد أحسن بي إذ أخرجني من السجن
Maka kami bersyukur kepada Alloh Subhanah: “Dan sungguh Dia (Alloh) telah berbuat baik kepadaku ketika Dia mengeluarkanku dari penjara”.
ثم نشكر السفرة الأندونيسية ودولتنا الأندونيسية ونشكر كل من أعاننا في طلب العلم بالبلدة اليمنية، قال الرسول صلى الله عليه وسلم: «لا يشكر الله من لا يشكر الناس». وفي لفظ: «لا يشكر الناس من لا يشكر الله».
Kemudian aku bersyukur kepada KBRI dan negara kami Indonesia, dan kami bersyukur pula kepada setiap orang yang telah membantu kami dalam menuntut ilmu di negara Yaman, Ar-Rosul Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Tidak bersyukur kepada Alloh siapa yang tidak bersyukur kepada manusia”, dalam suatu lafazh: “Tidak bersyukur kepada manusia siapa yang tidak bersyukur kepada Alloh”.
أبو أحمد محمد بن سليم الأندونيسي في الحديدة باليمن
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Andonisiy di Hudaidah-Yaman (11/6/1436)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar