Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: “Maka sesungguhnya hamba itu jika memurnikan niatnya untuk Alloh ta’ala, dan maksud dia, keinginan dia dan amalan dia itu adalah untuk wajah Alloh Yang Mahasuci, maka Alloh itu bersama dia, karena sesungguhnya Yang Mahasuci itu beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan kepala taqwa dan kebaikan adalah murninya niat untuk Alloh dalam penegakan kebenaran. Dan Alloh Yang Mahasuci itu tiada yang bisa mengalahkan-Nya. Maka barangsiapa Allo bersamanya, maka siapakah yang bisa mengalahkannya atau menimpakan kejelekan padanya? Jika Alloh bersama sang hamba, maka kepada siapakah dia takut? Jika Alloh tidak bersamanya, maka siapakah yang diharapkannya? Dan kepada siapa dia percaya? Dan siapakah yang menolongnya setelah Alloh meninggalkannya? Maka jika sang hamba menegakkan kebenaran terhadap orang lain, dan terhadap dirinya sendiri lebih dulu, dan dia menegakkannya itu adalah dengan menyandarkan pertolongan pada Alloh dan karena Alloh, maka tiada sesuatupun yang bisa menghadapinya. Seandainya langit dan bumi serta gunung-gunung itu membikin tipu daya untuknya, pastilah Alloh akan mencukupi kebutuhannya dan menjadikan untuknya jalan keluar dari masalahnya.” (“I’lamul Muwaqqi’in”/ hal. 412/cet. Darul Kitabil ‘Arobiy).

Bahaya Dari Mendiamkan Setiap Kemungkaran

Pertanyaan: Ada seorang yang fanatik Dzulqornain bernama Tedo Hartono berkata dalam tulisannya dalam membantah Luqman Ba’abduh:  “Masih segar dalam ingatan kita bagaimana sepak terjang Yahya Al-Hajury dan pengikutnya, di mana bermunculan orang-orang majhul dari kalangan pengikutnya yang membelanya. Pada hari ini, ustadz Luqman Ba’absuh cs pun mewarisi perbuatan ini. Na’udzubillah. Apakah benar perkataan ini?. Pertanyaan dari Semarang (25 Shafar 1436).
BAHAYA DARI MENDIAMKAN SETIAP KEMUNGKARAN
Tanya : Ada para da’i yang mengatakan bahwa anta keras, nanti juga anta kalau pulang kayak teman anta gabung dengan hizbiyyun dan menikahi akhwat yang berpemikiran dan beraqidah hizbiyyah. 
Mereka juga berkata lihat orang keras dari teman mereka dakwah tak tambah pengikutnya kecuali hanya segitu-segitu saja dari dulu. (26/2/1426).
Jawab:
SIKAP DAN PRINSIP AHLUSSUNNAH DALAM DA'WAH
Oleh : Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar