Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: “Maka sesungguhnya hamba itu jika memurnikan niatnya untuk Alloh ta’ala, dan maksud dia, keinginan dia dan amalan dia itu adalah untuk wajah Alloh Yang Mahasuci, maka Alloh itu bersama dia, karena sesungguhnya Yang Mahasuci itu beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan kepala taqwa dan kebaikan adalah murninya niat untuk Alloh dalam penegakan kebenaran. Dan Alloh Yang Mahasuci itu tiada yang bisa mengalahkan-Nya. Maka barangsiapa Allo bersamanya, maka siapakah yang bisa mengalahkannya atau menimpakan kejelekan padanya? Jika Alloh bersama sang hamba, maka kepada siapakah dia takut? Jika Alloh tidak bersamanya, maka siapakah yang diharapkannya? Dan kepada siapa dia percaya? Dan siapakah yang menolongnya setelah Alloh meninggalkannya? Maka jika sang hamba menegakkan kebenaran terhadap orang lain, dan terhadap dirinya sendiri lebih dulu, dan dia menegakkannya itu adalah dengan menyandarkan pertolongan pada Alloh dan karena Alloh, maka tiada sesuatupun yang bisa menghadapinya. Seandainya langit dan bumi serta gunung-gunung itu membikin tipu daya untuknya, pastilah Alloh akan mencukupi kebutuhannya dan menjadikan untuknya jalan keluar dari masalahnya.” (“I’lamul Muwaqqi’in”/ hal. 412/cet. Darul Kitabil ‘Arobiy).

DIALOG SINGKAT


DIALOG SINGKAT

Tomi Gerson:
Selamat pagi pak alim ulama, perkenalkan nama saya Tomi Gerson, saya sudah baca tulisan tangan pak alim yang temanya "SERUAN UNTUK SELURUH PEMELUK AGAMA KRISTEN", dan saya akui bahwa agama yang saya anut memang sudah rusak, namun kerusakan itu kami juga dapati pada diri orang-orang muslim, maka itu membuatku tidak tertarik dengan agama kalian!

Muhammad bin Salim:
Kalau kalian memang sudah mengakui tentang kerusakan yang ada pada agama yang kalian anut itu maka ketahuilah bahwasanya Nabi kami Muhammad (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
إِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ افْتَرَقَتْ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، وَإِنَّ أُمَّتِي سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، كُلُّهَا فِي النَّارِ، إِلَّا وَاحِدَةً وَهِيَ: الْجَمَاعَةُ "
"Sesungguhnya anak keturunan Isroil telah berpecah belah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, dan bahwasanya umatku akan berpecah belah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, semuanya di dalam neraka kecuali satu (golongan), yang dia adalah "Al-Jama'ah". Dan beliau ditanya tentang Al-Jama'ah maka beliau menjawab:
«مَا أنَا عَلَيه اليَومَ وَأَصحَابِي»
"Apa yang saya dan para shahabatku berada di atasnya".
Jadi, bila kamu atau teman-temanmu mendapati ada dari sekelompok yang mengaku beragama Islam kemudian melakukan penyelisihan terhadap apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) atau mereka mengada-adakan prilaku atau amalan yang tidak pernah ada di zaman Nabi Muhammad (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) dan tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) dan para shahabatnya maka janganlah kalian tertipu dengan kelompok tersebut, sekadar contoh: Bila kalian mendapati ada seorang wanita atau pria muslim melakukan perzinaan maka ketahuilah bawa keduanya tersebut telah melanggar dan menyimpang dari ajaran Islam, karena Alloh (تعالى) berkata:
{وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا}
"Dan janganlah kalian mendekati zina karena sesungguhnya dia adalah kekejian dan paling jeleknya jalan".
Atau kalau kalian mendapati sekelompok yang mengaku sebagai kaum muslimin namun mereka membunuh orang-orang yang selain beragama Islam padahal orang-orang tersebut telah dilindungi oleh pemerintah kaum muslimin seperti kalian yang berada di Indonesia, maka ketauilah bahwa mereka (yang melakukan pembunuhan) itu telah menyelisihi ajaran Islam, Alloh (تعالى) berkata:
{وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ}
"Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang telah Alloh haromkan melainkan dengan cara yang benar". Dan Nabi (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
«مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ»
"Barang siapa yang membunuh orang kafir yang telah mengadakan perjanjian (damai atau dilindungi oleh pemerintah muslim) maka dia (si pembunuh) tidak akan mencium harum wanginya Jannah (Surga)".

Tomi Gerson:
Pak alim yang saya hormati, memang sudah pernah dapati siraman rohani seperti yang pak alim sampaikan, namun saya melihat ajaran Islam yang kalian anut itu menurutku amat berat, harus betul-betul terikat, bisa tidak pak alim beritahu saya tentang ajaran Islam yang paling ringan, yang membuatkan bisa tertarik dengan Islam?

Muhammad bin Salim:
Amalan yang teranggap ringan seperti yang ditanyakan oleh seseorang kepada Nabi Muhammad (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ):
دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ دَخَلْتُ الْجَنَّةَ.
"Tunjukan kepadaku tentang suatu amalan jika aku mengamalkannya maka aku akan masuk Jannah (Surga)!". Maka Nabi Muhammad (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
"تَعْبُدُ اللهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ، وَتُؤَدِّي الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ، وَتَصُومُ رَمَضَانَ ".
"Kamu beribadah kepada Alloh dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kamu menegakan sholat yang wajib, kamu mengeluarkan zakat yang wajib, dan kamu berpuasa Romadhon". Maka orang yang bertanya tersebut berkata:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا أَزِيدُ عَلَى هَذَا شَيْئًا أَبَدًا، وَلَا أَنْقُصُ مِنْهُ.
"Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya (Alloh), saya tidak akan menambah atas semua ini selama-lamanya, dan aku tidak akan mengurangi darinya". Maka tatkala orang tersebut berpaling (pergi), Nabi Muhammad (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
"مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَلْيَنْظُرْ إِلَى هَذَا".
"Barang siapa yang senang untuk melihat seseorang dari penduduk Jannah (Surga) maka hendaknya dia melihat kepada orang tersebut".

Tomi Gerson:
Tapi pak alim yang saya hormati, semua itu tidak akan bisa terlaksana dengan mulus kecuali dengan mempelajari tata tertib dan pasal-pasalnya, dengan inilah diantara yang membikinku terasa amat berat!

Muhammad bin Salim:
Nabi kami Muhammad (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:
"حُجِبتِ النَّارُ بِالشَّهَواتِ، وحُجِبتْ الْجَنَّةُ بَالمكَارِهِ"
"Neraka ditutupi (diliputi) dengan rayuan-rayuan hawa nafsu dan Jannah (Surga) diliputi dengan ketidaksukaan".
Yang makna dari perkataan Nabi Muhammad (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) adalah:
وَالشَّيْء لَا يُوصل إِلَيْهِ إِلَّا بعد كشف ستره
"Dan sesuatu itu tidak akan dicapai melainkan setelah membuka apa yang menutupinya".
Bila kamu menuruti hawa nafsumu atau mengikuti kemauan syahwatmu maka kamu telah membuka penutup neraka, dengan sebab itu nantinya kamu akan dimasukan ke dalamnya.
Akan tetapi kalau kamu membuka penutup Jannah tersebut dengan melepaskan rasa ketidaksukaan pada dirimu maka -dengan izin Alloh- kamu akan dimasukan ke dalamnya, Alloh (تعالى) berkata:
{وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ}
"Dan barang siapa melakukan amalan-amalan kebaikan, baik dia dari seorang laki-laki atau dia dari prempuan dan dia adalah beriman maka mereka itu akan masuk ke dalam Jannah".

Tomi Gerson:
Kalau begitu saya coba ikuti seruan pak alim, mohon doanya dari pak alim karena kami pernah lihat film kebudayaan Islam, kalau setiap orang alim yang berpakaian putih-putih itu mesti sakti dan setiap baca-bacaannya langsung tersingkap segala sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar