Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: “Maka sesungguhnya hamba itu jika memurnikan niatnya untuk Alloh ta’ala, dan maksud dia, keinginan dia dan amalan dia itu adalah untuk wajah Alloh Yang Mahasuci, maka Alloh itu bersama dia, karena sesungguhnya Yang Mahasuci itu beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan kepala taqwa dan kebaikan adalah murninya niat untuk Alloh dalam penegakan kebenaran. Dan Alloh Yang Mahasuci itu tiada yang bisa mengalahkan-Nya. Maka barangsiapa Allo bersamanya, maka siapakah yang bisa mengalahkannya atau menimpakan kejelekan padanya? Jika Alloh bersama sang hamba, maka kepada siapakah dia takut? Jika Alloh tidak bersamanya, maka siapakah yang diharapkannya? Dan kepada siapa dia percaya? Dan siapakah yang menolongnya setelah Alloh meninggalkannya? Maka jika sang hamba menegakkan kebenaran terhadap orang lain, dan terhadap dirinya sendiri lebih dulu, dan dia menegakkannya itu adalah dengan menyandarkan pertolongan pada Alloh dan karena Alloh, maka tiada sesuatupun yang bisa menghadapinya. Seandainya langit dan bumi serta gunung-gunung itu membikin tipu daya untuknya, pastilah Alloh akan mencukupi kebutuhannya dan menjadikan untuknya jalan keluar dari masalahnya.” (“I’lamul Muwaqqi’in”/ hal. 412/cet. Darul Kitabil ‘Arobiy).
Tampilkan postingan dengan label sejarah kebudayaan islam maluku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah kebudayaan islam maluku. Tampilkan semua postingan

SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MALUKU



KATA PENGANTAR

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه.
أما بعد:
Salah satu pencaharian masyarakat Arob adalah berdagang, dari zaman ke zaman mereka terus melakukan usaha perdagangan ini, sebelum diutusnya Nabi Muhammad Shollallohu 'Alaihi wa Sallam masyarakat Arob sudah melakukan perdagangan, yang ketika itu tempat perdagangan mereka berpusat di negri Syam, sebagaimana yang dikisahkan oleh Abu Sufyan bin Harb kepada Abdulloh bin 'Abbas semoga Alloh meridhoi keduanya:
"إنَّ هِرَقْلَ أَرْسَلَ إِلَيْهِ فِي رَكْبٍ مِنْ قُرَيْشٍ، وَكَانُوا تُجَّارًا بِالشَّأْمِ".
"Sesungguhnya Hirqlius mengutus kepadanya pengendara dari Quroisy, dan mereka ketika itu adalah berdagang di Syam". Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhon.