Ketika terjadi pengepungan pertama terhadap Dammaj pada tahun 1433, yang dilakukan oleh kaum kafir Rofidhoh Qotalahumulloh, maka kaum muslimin dan beberapa tokoh qobilah dari beberapa daerah di Yaman menyambut panggilan jihad yang diserukan oleh para ulama, para du’at dan tholabatul ‘ilmi Ahlissunnah wal Jama’ah.
Diantara tokoh qobilah yang menyambut seruan jihad itu adalah Asy-Syaikh Abdulloh bin Muzahim Rohimahulloh, beliau membawa pasukannya menuju medan jihad di Kitaf.
Setelah pengepungan pertama Dammaj selesai maka Asy-Syaikh Abdulloh bin Muzahim Rohimahulloh bersama orang-orang qobilahnya menziarohi Dammaj, beliau datang dengan dikawal oleh pengawalnya yang disebut dengan “teropong malam”, pengawalnya ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain, dari pembawaannya sejak kecil dia bisa melihat di tengah gelapnya malam, kehidupan dalam kesehariannya adalah mencari ikan di laut, dia memilih pekerjaan ini karena dia bisa melihat kedalaman laut, dan bisa melihat ikan-ikan dari perahunya.